SAY NO to GOLPUT, Please..

Image

Besok adalah hari penting bagi pemerintahan kota kelahiran saya, Tulungagung. Pesta Demokrasi Kepala Daerah akan diadakan. Pilkada.

Ini adalah kali pertama saya menggunakan hak pilih saya sebagai warga negara dan warga Tulungagung yang baik untuk ikut berpartisipasi. Tentunya dengan NYOBLOS ! 😀

Periode kemarin saya belum bisa ikut karena belum cukup umur, dan pemilu presiden pun saya juga belum bisa ikut. Maka, saya cukup excited untuk ikut nyoblos besok. Dan ketika tadi baru sampai rumah, setelah mengurus KRS di Malang, dan saya mendapati bahwa saya mendapat undangan untuk ikut nyoblos, saya senang, ya senang 😀 Merasa menjadi warga yang dipentingkan untuk ikut berpartisipasi dalam berpolitik dengan cara yang paling sederhana.

Di tengah segala macam berita tentang pemilu pilkada kota saya, baik seputar kampanye dan calon cabub dan cawabup, akan selalu ada hal ini, GOLPUT.

Pada sebuah akun social media yang memberitakan segala info mengenai kota saya, baik yang penting maupun tidak, ada fakta yang menarik untuk diperhatikan. Mengenai golput ini. Saya membaca, banyak sekali respon dari (yang sepertinya) warga Tulungagung ini, ketika admin membahas mengenai pilkada ini. Dan cukup banyak yang berkoar untuk golput pada pilkada besok. Miris.

Entah kenapa antara miris, tersenyum getir, dan ingin menertawakan orang-orang ini saat membaca komentar-komentar mereka. Bagaimana bisa mereka dengan bangganya berkata untuk golput di lini massa seperti itu ? bagi saya, bukan sesuatu hal yang bisa dibanggakan dengan memilih golput.

Apa sih sebenarnya yang dibanggakan dengan golput ?

Jujur, saya tidak pernah terpikir untuk golput, dalam pemiliahan apa pun sejauh ini. Baik birokrasi yang besar ataupun sekecil pemilihan ketua kelas sekalipun. Saya selalu bersemangat untuk menggunakan hak pilih saya. Entah dengan alasan dan dasar apapun dalam memilih seorang calon. Sesedrhana apa pun alasan saya itu.

Dan apalagi setelah saya membaca buku NASIONAL.IS.ME dan Berani Mengubah milik Pandji Pragiwaksono (maaf, saya memang mengagumi orang ini. Dan sejauh ini saya memang belum mencari sumber lain tentang belajar politik selain dari dia). Saya merasa tidak akan kehilangan optimism dan keyakinan saya terhadap masa depan pemerintah Indonesia di bidang hukum menjadi lebih baik, bahkan benar-benar baik kelak. Saya yakin, aka nada hari itu. Dan darimana itu dimulai ? dari hal kecil seperti menggunakan hak pilih sebaik-baiknya.

Bagi saya, yang jujur memang tidak mampu untuk belajar politik lebih mendalam, apalagi masuk ke dalam dunia politik untuk mengubah sistem menjadi lebih baik, maka saya menggunakan cara paling sederhana ini. Saya tahu kemampuan saya dalam berpolitik. Namun saya tidak akan secuek itu untuk tidak ingin tahu mengenai calon pasangan yang akan maju dalam deretan calon wakil rakyat. Dan cara sederhana yang saya lakukan, ya mencari tahu lah -__-

Itu bukan hal yang sulit kan ? di era informasi digital serba cepat serba ada ini ?

Bagi seorang yang berpendidikan, seharusnya ini bukan hal yang sulit dilakukan bukan ?

Maka dari itu, apa sih yang dibanggakan dengan golput ? segitukah pesimis dengan pemerintahan Indonesia ke depannya ? dan menganggap ‘Semua wakil rakyat pada akhirnya pun pasti korup dan nggak bener juga’. Segitu nggak optimis ya sama bangsa sendiri ?

Ini yang bikin saya sedih. Media mainstream, televise memang selalu membesar-besarkan hal yang negative tentang Indonesia. Demi rating, dan income.

Dan menurut saya, buat orang yang pada akhirnya emang beneran milih untuk golput, mereka tidak berhak untuk kelak mengkritik ataupun protes, apalagi menuntuy haknya pada pemerintahan saat itu. Kok bisa dia berlaku begitu ? wong milih wakil rakyatnya juga nggak..

Jadi, Pleasee… Cah, OJO GOLPUT !

Gunakan hak pilih sebijak dan sebaik mungkin. Pilihlah calon pasangan wakil rakyatmu yang terbaik diantara pilihan yang ada daripada tidak sama sekali. Jadilah pemuda yang tidak apatis.

Optimis untuk Indonesia, Optimis untuk Tulungagung !

MERDEKA !

Advertisements
Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Mantra Patronus (Season 2)

Judulnya serasa Cinta Fitri ya ? 😀

Saya sudah pernah menuliskan Mantra Patronus ku yang pertama. Telah saya posting di Facebook, dan seingatnya itu saya tulis pada tahun 2009, setelah membaca postingan Mantra Patronus milik Bang Raditya Dika. Sekedar intermezzo, saya dulu memang sangat mengaguminya, sekarang pun, tapi dengan kadar yang telah berkurang. Sepertinya saya akan mempostingnya kembali di blog ini sebagai pembanding.

Seorang teman pernah berkata, “Sepetinya kamu harus menulis ulang semua catatan dari buku diarymu ke dalam blog, lalu perhatikan perkembangan tulisanmu dari yang dulu hingga sekarang”. Tidak. Sepertinya saya tidak akn melakukannya. Terlalu memalukan. Cukup dengan membacanya saja untuk bisa belajar dan berkembang.

Kali ini saya ingin membagi lagi salah satu dari perkambangan menulis terhadap sebuah Mantra Patronus.

Sejak tahun 2009 hingga sekarang, sudah tiga tahun lebih. Menemukan banyak hal, mengalami berbagai macam pengalaman baru, rasanya saya telah mendapatkan pengertian yang berbeda atau berkembag akan arti sebuah kenangan bahagia. Dan bagi sebuah Mantra Patronus yang bisa saya artikan sebagai sebuah Mantra Kebahagiaan, maka inilah hal-hal yang baru yang membahagiakan buat saya. Here we goes !

1. Menonton Drama Komedi-Romantis Korea

Image

Ya, saya dengan pedenya tanpa harus malu mengakui kalo selera saya memang mainstream. Dan saya rasa, mayoritas wanita pasti menyukai menonton drama bergenre romantis. Begitu pula saya. Tapi saya lebih memilih genre komedi-romantis daripada drama-romantis. Itu lebih menghibur. Dan kau tahu apa yang khas dari drama komed-romantis Korea ? ya. Tokoh utama wanita selalu seseorang yang memiliki kekurangan. Entah itu bodoh, ceroboh, ataupun miskin. Namun dia cantik dan menyenangkan. Hal itu justru membuat pemeran utama prianya tertarik dengan hal unik tersebut. sebaliknya laki-laki adalah tipikal Pangeran berkudah putih nan sempurna. Tampan, pintar, dan kaya. Seperti contoh drama favoritku adalah Full House, Secret Garden dan Playfull Kiss. Saya seringkali tersenyum-senyum saat menontonnya. Melihat bagaimana mereka ber-lovey-dovey, sangat menyenangkan. Ya, saya membayangkan bagaimana dengan diriku kelak ? 😀

2. Menonton Variety Show We Got Married

Image

Dari judulnya saja sudah cetar membahana gitu lah ya ? ya, salah satu variety show Korea favoritku. Dan pasangan favoritku yang slalu ku ulang-ulang entah berapa puluh kali adalah YongSeo couple. Yonghwa dan Seohyun, atau bisa juga disebut Guguma Couple. Hampir sama seperti saat menonton Drama Korea, Saya suka memperhatikan bagaimana cara orang Korea berpacaran. Karena orang Korea identik dengan kesan romantisme karena serial drama mereka. Dan ya, cara mereka berpacaran sungguh lucu. Terutama pasangan favoritku ini. Karena dalam variety ini diceritakan seolah-olah mereka sudah menikah dan memiliki sebuah rumah, istilahnya pasangan virtual, maka mereka tidak terkesan berpacaran. Namun justru seperti sepasang pengantin baru yang masih malu-malu dan baru kenal. Karena WGM menentukan pasangan secara rahasia. Sebelumnya satu sama lain tidak tahu siapakah yang akan menjadi pasangan mereka. Bukanlah itu sangat lucu dan manis ? 😀

3. Saat Moodku Membaca Buku Baik dan Mendapat Buku Bagus yang Bisa Dibaca

Image

Sungguh. Ini adalah #BahagiaItuSederhana . Saya sangat senang jika moodku membaca buku bagus, lalu disaat itu, buku yang sedang saya baca pun menarik, hingga dapat menyelesaikannya. Menutup buku pada halaman terakhir dengan sebuah senyuman adalah perasaan yang menyenangkan. Sayangnya, sejauh ini kebanyakan saya dapat melakukannya adalah buku fiksi atau novel romantis, seperti.. serial musim Ilana tan ? atau beberapa cerpen dari Dee Lestari ? Jujur, saya memang belum banyak membaca buku. Jika diperbolehkan menyalahkan mood, maka saya akan menyalahkan mood membacaku yang sulit terbangun. Ya, itu adalah Pe-er buatku. Lebih banyak membaca buku.

4. Hujan

Image

Disini bukan hujan sembarangan yang bisa membuatku bahagia. Iya, saya tidak sekonyol itu dengan menganggap setiap hujan itu romantis. Bagaimana bisa dikatakan romantis jika saat itu kau sedang berada di luar, dengan mood yang sedikit buruk, lalu tiba-tiba di jalan hujan ! dan kau tak membawa jas hujan atau payung ! bukankah itu menyebalkan ? bagiku hujan yang menyenangkan adalah saat saya memang sedang ingin menikmatinya. Entah itu dengan tidur (ya, semua orang tau tidur saat hujan begitu membuat nyenyak), menulis sebuah cerita atau puisi (jika sedang mood menulis), ngeTweet puitis tentang hujan, menonton film di kamar, atau hanya sekedar mendengarkan music. Ohya, dan saya sangat menyukai hujan ketika sedang di rumah, dan mood untuk bermain hujan. Hujan-hujan-an itu sangat mengasyikkan. Musim hujan kali ini sudah saya lewatkan dengan hujan-hujan-an. Baik itu di halaman rumah, ataupun saat di jalan, kehujanan dan aku tak bisa berbuat apa-apa selain harus basah, dan tatap pulang. Ohya, saat di kampus beberapa waktu lalu, saya dengan seorang teman juga nekat pulang saat hari hujan deras sekali dengan angin yang cukup kencang. Meski menggunakan payung, saya benci saat sepatuku harus basah terkena genangan air. Karena, saya tidak memilik banyak sepatu di kost. Heheh. Yang jelas, benar sekali, bahwa hujan akan indah jika kau memang berniat untuk menikmatinya.

5. Cucian Kering

Image

Aselik ! ini adalah Bahagia Itu Sederhana yang sering saya elu-elukan di Twitter. Bagaimana tidak bahagia ? saya adalah orang yang tidak begitu rajin mencuci baju tiap minggu atau beberapa hari sekali. Saya akan mencucinya bila merasa sudah menumpuk, atau.. ya, celana dalamku hampir habis, heheh. Dan saat sekalinya mencuci, apalagi di musim hujan begini yang jarang sinar matahari, dan cucianku kering, maka akan sangat membahagiakan. Iya, sesederhana itu kok bahagia.

 6. Trying Something New

Image

Hal ini tidak pernah gagal membuat mood saya akan baik selama beberaa hari. Mencoba sesuatu yang baru, dengan spontan, adalah hal yang menyenangkan. Seperti beberapa waktu lalu saat saya dan teman-teman pergi ke bukit Paralayang, di Batu pada malam hari. Sepertinya saya belum pernah melihat pemandangan malam dengan lampu kerlap-kerlip seindah itu 😀 dan saat mengingatnya, saya selalu menyunggingkan senyum. Bahagia. Lega 🙂

7. Nostalgia

Imagesaat masa (sepertinya) alay dan bahagia

Apapun caranya, bagaimanapun perasaannya, tapi bernostalgia itu selalu menyenangkan. Bebicara berlama-lama di telfon dengan teman SMA, bertemu mereka dan mengadakan sebuah acara sederhana seperti rujakan mungkin, atau hanya sekedar melihat foto-foto lama ketika saya masih langsing dan bersama teman-teman. Ohya, dan membaca ucapan selamat ulang tahun yang teman-teman kirimkan buat saya. Pokoknya mengingat kenangan menyenangkan itu benar-benar menyenenangkan. Dan saya bahagia bisa mengingatnya dengan baik. Bernostalgia.

Sepertinya itu dulu hal-hal yang bisa saya ingat tentang bagaimana hal sederhana bisa membuat saya bahagia. Walaupun masih banyak hal lain yang bisa membuat saya bahagia dengan mudahnya. Dan saya yakin, selalu yakin, seperti hidup yang selalu memiliki hukum keseimbangan, dalam bahagia yang saya dapat, pasti akan ada sedih juga yang saya rasakan. Tapi saya selalu yakin, bahagia itu akan terus ada, ada, dan ada.

Selamat berbahagia 😀

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

I should . Talk Less. DO MORE !

Talk Less. Do More

Jargon yang udah pasti pada hafal ya dengan tagline ini. Tagline bagus tapi dengan niatan yang nggak bener. Iklan yang merusak. Merokok. Diluar itu, saya akui tim kreatif iklan ini kece sekali bikin sesuatu yang mewakili pesan yang benar. Kalau saya artiin lebih ke “Jangan Banyak Omong, Kerja Kerja ! “.

Sedangkan saya, mahasiswa komunikasi. Komunikasi. Yang notabene dituntut untuk aktif ngomong kan ya ? aktif menyuarakan sesuatu yang benar. Menyampaikan ilmu atau informasi yang bermanfaat. Aktif ngeblog mungkin salah satunya, hehe

Hal ini cukup bertolak belakang dengan konsep Dikit Ngomong, Banyak Tindakan ini. Walaupun sebenarnya sebagai anak komunikasi kita juga nggak banyak ngomong. Nggak bener itu. Tapi ngomong sesuai konteks situasi dimana kita berada. Menyampaikan pesan dengan efektif, dengan menyiasati gangguan dengan teori. Iya, teori jadinya hanyalah teori. Pada akhirnya dunia sosial tidak semuanya bisa diterapkan dalam teori. Menjalani hubungan dengan orang lain dalam komunikasi yang benar sesuai teori ? tidak semudah itu. Dan itulah mengapa komunikasi sering menjadi mis-komunikasi. Terjadi pesan yang salah pengertian. Oke, sekilas Intermezzo.

Talk Less. Do More.

Beberapa hari ini saya dibuat iri setengah mati dengan beberapa teman saya yang sudah Do More. Atau setidaknya Do Something dan Do Progress. Tidak stagnan dan itu-itu saja. Dinamis. Dan berubah. Saya iri. Tidak, saya tidak iri dengan tindakan yang sudah mereka lakukan. Tindakan yang berguna bagi orang lain, lingkungan di sekitarnya, kelompoknya, atau setidaknya untuk diri mereka sendiri. Rasa iri saya ini maksudnya positif. Saya tidak nyiyir atau dengki dengan hal yang sudah mereka lakukan atau capai. Tapi, iri yang saya rasakan ini justru seperti sebuah reflector yang memantul ke diri saya sendiri dan selalu membuahkan pertanyaan, “Apa yang sudah saya lakukan ya ?”

Ya, pertanyaan ini buat saya salah satu pertanyaan mengerikan dan pertanyaan-yang-seharusnya-dihindari. Karena efeknya bisa bikin.. merasa bersalah.

Selalu begitu.

Dari sekian buku (yang memang belum banyak) yang saya baca , sekian ceramah motivator yang saya dengar, kenapa belum juga mampu dengan sekuat tenaga membuat saya ingin bergerak melakukan sesuatu ? misalnya, setelah saya membaca bukunya Pandji Pragiwaksono, NASIONAL.IS.ME , saya merasakan semangat yang begitu berapi-api tentang perubahan. Tentang Indonesia yang lebih baik. Tentang optimisme untuk melakukan sesuatu yang terbaik buat bangsa ini, setidaknya lingkungan sekitar saya. Ya, Mahasiswa sebagai Agent of Change cukup menampar kenyataan ini berkali-kali. Atau jangan pergunakan status mahasiswa lah, tapi pemuda. Saya masih muda, dan saya harus berguna !

Dan perasan seperti itu menyakitkan ketika pada akhirnya saya melempem lagi lalu seketika teringat semangat itu tapi justru melempem kemudian. Saya merasa pecundang sekali. Loser.

Oh shit. Loser terlalu menyedihkan dan mengerikan. Sebutan yang hina. Menurut saya.

Oke, saya tidak sehina itu -___-

Akhirnya, saat hal tersebut terjadi, saya akan menyalahkan keadaan. Keadaan seperti,

“Oke, saya tidak bisa berbuat perubahan sendirian, saya butuh teman. Butuh pasukan”.

Atau hal lain..

“Saya sanggup jadi planner, tapi please.. saya tidak bisa menjadi leader yang memimpin, menangani, mengawali tindakan perubahan tersebut. Ajak saya ke tindakan kalian, apa pun (yang se-visi dan misi) maka saya akan senang hati membantu menjadi planner dan pencari ide kreatif. Saya siap !”

Alasan-alasan seperti itulah yang membuat akhirnya apapun ide perubahan atau langkah pertama yang ingin saya buat, akan terhenti. Selesai sampai di ide saja. Tak ada perubahan. Dan itu membuat saya semakin merasa bodoh. Da saat satu persatu teman saya sudah berbuat dan barubah, saya tetap berada dalm lingkup yang itu-itu saja. Diributkan dengan langkah pertama yang tak segera dibuat.

Sebenarnya ada pernyataan yang membuat saya benar-benar gemas tentang bagaimana menyikapi sebuah tindakan. Ada pertanyaan dari salah satu followers Ipporight, salah satu motivator, penulis buku, dan pengusaha muda terkenal, yaitu

“Mas, apa yang harus saya lakukan lebih dulu agar bisa menjadi pengusaha ?” . kira-kira seperti itulah pertanyaannya.

Lalu beliau membalas, “Buka usahanya besok, jualan apa saja”.

Udah beres. Gitu aja. Semudah itu.

Dan saya berpikir, emang iya sih, kenapa mesti mikir terlalu rumit untuk menjadi pengusaha ? dibuka, dijalani secara konstan. Konsisten.

Lalu, hal ini juga kah yang seharusnya saya lakukan untuk setiap tindakan yang ingin saya lakukan ? membuat langkah pertama ? dan langkah kecil dulu bukan ?

Jujur, sebenarnya saya takut dengan komitmen. Maksud saya konsistensi. Hal ini yang selalu mejadi PR besar bagi saya pada setiap hal yang saya lakukan. Dan beruntunglah kalian yang punya konsistensi tinggi terhadap hal yang kalian lakukan.

Saya sudah tau jawabannya. Memang sudah. Langkah pertama, dan konsisten. Cukup.

Dan untuk menjadi ‘keren’ bagi saya, saya sebaiknya segera bertindak. Tidak hanya diam dan mengamati saja. semoga istiqomah, amin 🙂

 

Posted in Uncategorized | Tagged | 2 Comments

Jangan Katakan Gendut !

Gendut.

Ya, ini kata tabu banget diucapin di depan cewek. Jangan pernah bahas atau nyinggung soal isu ini kalau masih pengen selamat.

hahah, nggak gitu juga sih sebenarnya. tapi iya lho, selain umur, ini adalah masalah yang sensitif banget diomongin. Kalau buat saya, nggak masalah buat umur, tapi soal gendut ? beuh.. bisa jadi pikiran lah ini kata :(

Siapa sih yang pengen dikomentarin “eh kamu tambah gendutan deh Sa !” atau “kok kamu jadi tambah gendut gini sih ?” terus saya mesti bilang apa ? yang ada juga cuma cengengesan, senyum getir gitu lah. Poor me.

Ya terus gimana dong ? menyalahkan keadaan ? yaelah. Emang. Ini semua berawal dari masa nganggur di rumah nunggu test SNMPTN dan test masuk kulaih yang lain. Doing nothing. Nggak ada kegiatan yang berarti. Nggak pernah pake seragam lagi. Baju di rumah juga juma kaos dan celana koloran biasa. Jadi deh, nggak sadar dengan tiba-tiba, pas udah keterima kuliah, beli kemeja dan celana buat kuliah, baru nyadar, “Buset, kok ukuran celana jadi naik satu angka ? Mati aku !”.

Bayangin dong, 3 bulan ! Kalian nganggur 3 bulan dengan rute tetap, les dan rumah. Belajar saat itu juga nggak rajin-rajin banget. So common daily activity. Jarang olahraga kalau belum diseret mamah buat diajak renang. Susah buat keep slim ! :( dan disitulah ledakan penduduk lemak di penjuru tubuh di mulai. Dan sekarang, kerepotan, bingung imana cara langsingnya.

Jadi gendut itu nggak enak lho, Rek ! Aselik. Kayak sekarang ini. Saya lagi nulis dalam keadaan senderan. Dengan punggung diganjal guling. Mau duduk punggung tegak, duduk bersila, walaupun udah alasnya kasur empuk, tetep aja, pinggang ini rasanya pegel banget ! Saya ngerasa kayak ibu hamil 2 bulan-an bawa beban berat dan pinggang cepet capek. Aselik. Nggak enak banget kan ? Belum pernah hamil, (yaelah calon suami juga belum ada), tapi udah latihan bawa janin (lemak) di perut. I say, PFFT. Tanpa bermaksud buruk, nggak bisa bayangin gimana tersiksanya orang gendut yang susah turun berat badannya juga.

Hal lain yang super-hurting itu adalah, gimana sakit hatinya pas window shopping di mall dan nemu banyak baju lucu. Lalu pas nyoba, ternyata ya, nggak muat ! Aseli, itu menyedihkan ! Seolah-olah dikasih tau kalau “Lo tuh gendut, ngak pantes dandan cantik dengan baju lucu dan macem-macem” . Ini tuh.. #menghapusairmata 😥

Tapi gini, jadi kapan hari nyoba baju yang ada di lemari rumah. Rata-rata, sebagai anak rantau yang baju terbaiknya pada dibawa ke rantau buat kuliah, maka baju yang ada di lemari rumah rata-rata baju lama yang masih good-enough to casual event. Nah, pas mau keluar, dipakailah baju rumah tersebut, ternyata.. (you-know-what-i-mean). Ya, di bagian lengannya seret banget di pake. ngepas ! :( Padahal, baju itu, dua tahun yang lalu, banyak yang bilang kalau saya keliatan langsing pas pake baju itu. Langsing dan elegan karena desainnya sangat simpel. Tapi sekarang, E~lengan nya gede dan perutnya.. ahhh begitulah. Nah, itu udah sedih ya, pas abis lepas baju itu nggak jadi dipake, ternyata pas nggak sengaja ngelipet lagi, liat label ukuran baju itu apa sodara-sodara ? S ! YA ! NISA PERNAH PAKE BAJU UKURAN S ! gilak ! Padahal selama ini saya sering berpikir bahwa “Aku itu gendut, jadi kalau beli tau pesen kaos yang ukuran L aja, gede. Takutnya ga muat” . Lalu jadilah saya sering terlihat gede kemana-mana karena kaos oversized saya. Sedih :(

Jadi, intinya gendut itu nggak enak. Mamah udah ngomel kemana-mana buat jaga kesehatan dan bilang kalau saya udah obe (iya, mamaku tega emang). Teman dan orang sekitar juga bilang tambah gendut banget. Alloh juga bilang nggak akan dikasih calon suami kalau nggak segera kurus (?).

Jadi, mari kita mulai Menuju Langsing 2013. Dengan cara apa ? berdoa dan berusaha. Kok nggak berusaha dulu baru berdoa ? Ya berdoa biar usahanya dijaga Alloh untuk konsisten diet dan olahraganya . Amin.

Demi kesehatan ! Demi kecantikan ! Demi imej yang baik ! Demi baju yang kece ! Demi jodoh yang segera sampai ! Amin !

Image

jaman pipi masih belum semengembang sekarang

Wish me luck ya mbakbro masbro :D

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Welcome 2013 !

Ingin menulis resolusi sebenarnya. Tapi, nggak tepat juga nulis resolusi tahunan di tahun Masehi, buat saya (yang sedang belajar mencintai budaya agama sendiri) resolusi itu buat Tahun Hijriyah, ya, Tahun Baru Islam.

Tapi it’s okay.. Allah itu Maha Baik yang nggak mempersoalkan kapankah waktu kita berubah. Semakin cepat, semaik baik. Dan yang terpenting dari perubahan itu sebenarnya adalah konsisten ! Istiqomah ! ya tho ? 🙂

saya masih ingat, perkataan dari teman saya dulu (mungkin satu tahun-an yang lalu ?) tentang bagaimana mimpi itu. Detailnya seperti apa saya lupa, tapi kurang lebih begini intinya..

“Sebaiknya harapan, cita-cita, tujuan itu disimpan saja dulu dalam hati. Jangan diumbar ke orang lain. Simpan, tapi lakukan dengan istiqomah. Maka usaha yang kamu lakukan sambil berdoa itu akan lebih mudah untuk ‘sampai’. Baru, jika sudah ada hasilnya, silakan bercerita, dengan niatan menginspirasi orang lain tentang proses pencapaian itu”

Ya, dan saya sedikit setuju. Kenapa ? Karena di sekitar kita adalah manusia, yang merekam dan (mungkin) akan mengingat apa yang kita ucapkan. Nah, kalau pas kita menggembar-gemborkan impian kita, dalam konteks ini adalah resolusi, dan ternyata kita tak berusaha keras untuk itu, bukannya kita terlihat nggak konsisten dan nggak tanggungjawab sama omongan sendiri ya ? Maka dari itu, saya sedang belajar juga untuk nggak ‘cerewet’ . Ya, saya cerewet banget ! 😀

Maka dari itu, daripada menulis resousi yang muluk-muluk di tahun 2013 nantinya, saya mungkin ingin sedikit flashback tentang 2012 dulu. Karena setelah saya baca diary (iya, saya masih suka nulis diary kok :p ) ternyata tahun 2012 kemarin cukup bikin ‘roller coaster’ hidup saya. Banyak hal yang saya dapat dan pelajari. So, here we goes ! 🙂

1. Pindah Kost

Ternyata sepanjang tahun kemarin, saya cukup dipusingkan dengan masalah pindah kost ini. Berawal dari setelah liburan semester yang ternyata membawa sedikit masalah di kostan, dan berujung pada perubahan peraturan kost yang menurut saya buat ibu kost  lo-ribet-banget-sih-kayak-nggak-pernah-ngekost-aja. Dan akhirnya, saya pindah kost pada tanggal 1 Mei 2012 ! Aselik ! nyari kost itu ga gampang sumpah ! -__-

Posted in Uncategorized | Tagged | 2 Comments

Tulislah apa ya…

Tulislah apa yang kamu Pikirkan, bukan Pikirkan apa yang kamu Tulis !

Quote | Posted on by | Leave a comment

ini saya, yaudah :p

ini saya, yaudah :p

introduce me, Nisa

Image | Posted on by | Leave a comment